Matoa (Pometia pinnata) merupakan flora identitas Propinsi Papua Bara. Buah ini termasuk ke dalam famili
Sapindaceae. Pohon matoa mampu tumbuh tinggi mencapai 50 m dan memiliki kayu yang
cukup keras. Akar papan tingginya mencapai 5 m, daun
majemuk berseling, bersirip genap, tangkai daun panjang ± 1 m, anak daun
4 - 13 pasang bentuknya bundar memanjang dengan tepi yang bergerigi.
Mahkota bunga agak berbulu pada bagian luar, kelopak bunga agak menyatu.
Buah matoa berbentuk bulat lonjong seukuran telur puyuh atau buah pinang
(keluarga Palem) dengan panjang 1,5-5 cm dan berdiameter 1-3 cm, kulit
licin berwarna coklat kehitaman bila masak dan ketika masih muda berwarna
kuning kehijauan, ada juga yang menyebut hijau-kekuningan). Kulit ari
putih bening melekat pada biji, manis dan harum.
Gejala Obesitas dan Komplikasinya
Bentuk muka anak dan remaja yang menderita obesitas tidak proporsional. Hidung dan mulut
relatif kecil, dagu ganda dan timbunan lemak di daerah payudara sehingga
cenderung membuat malu remaja putra. Perut menggantung, terdapat
lipatan dan alat genital khususnya pada remaja putra akan terlihat lebih
kecil karena timbunan lemak. Paha dan lengan terlihat besar namun jari
tangan sangat runcing.
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.
Penyebab terjadinya Obesitas
Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.
Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:
Faktor genetik
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:
Faktor genetik
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
Apa itu Obesitas
Obesitas merupakan kelebihan berat badan yang disebabkan lemak berlebih padak tubuh dan terjadi penimbunan. Kegemukan dan obesitas didefinisikan oleh WHO sebagai akumulasi
lemak abnormal atau berlebihan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan
ke individu.
Lemak sebenarnya diperlukan oleh setiap orang untuk menyimpan energi, penyekat panas, penyerap guncangan serta fungsi yang lainnya. Jumlah lemak tubuh dan berat badan harus seimbang, perbandingan yang normal adalah sekitar 18-23% pada pria atau 25-30% pada wanita . Dari angka ini menunjukan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas, begitu pula wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% sudah dianggap obesitas.
Lemak sebenarnya diperlukan oleh setiap orang untuk menyimpan energi, penyekat panas, penyerap guncangan serta fungsi yang lainnya. Jumlah lemak tubuh dan berat badan harus seimbang, perbandingan yang normal adalah sekitar 18-23% pada pria atau 25-30% pada wanita . Dari angka ini menunjukan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas, begitu pula wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% sudah dianggap obesitas.
Cara mengkonsumsi Madu yang benar
Siapa yang tidak suka dengan madu, rasanya yang manis dan khasiatnya yang berlimpah membuat semua orang suka mengkonsumsi madu, dari anak-anak hingga orang tua. Mengkonsumsi madu secara rutin membuat tubuh menjadi sehat, stamina terjaga serta dapat mengibati berbagai macam penyakit. Namun agar manfaat madu bisa optimat maka perlu kita ketahui cara mengkonsuminya dengan Benar. Cara inilah yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad saw, pun dikenal sebagai orang pandai menjaga kesehatan. Bagi beliau tubuh pun adalah titipan.Ketika bangun tidur, Nabi suka mengkonsumsi madu. Menurut penulis buku sehat ala Rosul, Dr Brilianto M Soenarwo, Cara Rasul mengkonsumsi madu adalah Beliau mengambil madu lalu mengulum di mulutnya hingga lumer ketika bercampur dengan air liur. Madu yang mengandung fruktosa lebih baik dicampur dengan air liur agar mudah larut dan dicerna oleh lambung.
Nabi Muhammad saw, pun dikenal sebagai orang pandai menjaga kesehatan. Bagi beliau tubuh pun adalah titipan.Ketika bangun tidur, Nabi suka mengkonsumsi madu. Menurut penulis buku sehat ala Rosul, Dr Brilianto M Soenarwo, Cara Rasul mengkonsumsi madu adalah Beliau mengambil madu lalu mengulum di mulutnya hingga lumer ketika bercampur dengan air liur. Madu yang mengandung fruktosa lebih baik dicampur dengan air liur agar mudah larut dan dicerna oleh lambung.
Madu untuk membersihkan lidah bayi
Seringkali para ibu baru cemas melihat lidah bayinya yang berwarnya putih. Ya, warna putih pada lidah bayi disebabkan oleh endapan susu formula. Itulah salah satu efek dari Ibu yang tidak memberikan ASI Ekslusif pada bayinya. ASI tidak menghasilkan endapan meskipun diperas dalam botol dan disimpan di freezer. Sementara susu formula menghasilkan endapan secara berangsur mengendap pada lidah bayi.
Manfaat Minyak Ikan untuk penderita penyakit Jantung
Para Dokter menganjurkan konsumsi minyak ikan kepada mereka yang menderita penyakit jantung. Sebuah tinjauan mengungkapkan bawhwa suplemen omega-3 mampu mencegah kematian 1 dari 10 pasien gagal jantung. atau mampu menyelamatkan 10 ribu nyawa per tahunnya, ungkap para dokter. Mengkonsumsi minyak ikan secara teratur juga bisa mengurangi gejala sesak nafas dan edema pada pasien jantung.
Para ahli jantung dari Inggris mengatakan,"Panduan internasional sekarang sedang ditulis ulang untuk menganjurkan pasien jantung agar mengonsumsi minyak ikan setiap hari." Sekitar 700 ribu warga Inggris menderita gagal jantung, 68 ribu kasus baru, dan 100 ribu meninggal setiap tahunnya. Data pasien yang bertahan bahkan lebih buruk daripada mereka yang menderita kanker payudara atau prostat.
Para ahli jantung dari Inggris mengatakan,"Panduan internasional sekarang sedang ditulis ulang untuk menganjurkan pasien jantung agar mengonsumsi minyak ikan setiap hari." Sekitar 700 ribu warga Inggris menderita gagal jantung, 68 ribu kasus baru, dan 100 ribu meninggal setiap tahunnya. Data pasien yang bertahan bahkan lebih buruk daripada mereka yang menderita kanker payudara atau prostat.
Langganan:
Postingan (Atom)







