Dimasa sekarang, saat kebanyakan manusia sibuk dan mempunyai banyak aktifitas, sehingga menginginkan sesuatu yang serba cepat atau instan dan dapat bertahan lama, salah satunya adalah produk makanan atau minuman. Produk makanan instan atau produk yang mengandung kolesterol dan juga zat tambahan atau zat additive (zat pewarna, pengawet, penguat rasa seperti MSG) sangat berlimpah tersedia dipasaran, kita kadang tak menyadari sangat seringnya kita mengkonsumsi produk-produk tersebut, minimal mengandung pengawet dan penguat rasa. Akumulasi bahan bahan ini dapat menstimulasi dan menyebabkan timbulnya penyakit.
Banyaknya polusi udara yang berasal dari asap kendaraan dan juga industri bisa dijumpai setiap harinya, hasil buangannya seperti logam timbal (Pb), carbondioxide (CO2) atau carbonmonooxide (CO), polusi ini sangat rentan masuk kedalam tubuh saat bernafas dan dapat mengakibatkan gangguan saluran pernafasan sehingga pernafasan menjadi sesak atau batuk dan gangguan sirkulasi darah keotak sehingga kepala sering merasa pusing dan sakit.
Seringnya tubuh kita terpapar bahan bahan tersebut diatas membuat tubuh yang mempunyai daya imun yang terbatas menjadikan tubuh beresiko terhadap berbagai penyakit, kita harus meyadari hal tersebut dan harus memiliki usaha preventif.
Tampilkan postingan dengan label Jintan Hitam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jintan Hitam. Tampilkan semua postingan
Kenapa pilih obat Herbal ?
Anatomi biji habbatussauda
![]() |
| Biji Jintan Hitam |
Anatomi biji jintan secara umum (seperti biji-biji lainnya):
- Biji-biji ini merupakan perombakan dan propagasi unit dari Spermatophyta (tanaman berbiji), Gymnosperma (conifer / jarum dan kultivarnya) dan Angiosperma (tanaman berbunga).
- Biji-biji dewasa / matang, ovulenya subur. Ovule adalah struktur dari tanaman berbiji yang berisi gametophyte betina dengan sel telur, dikelilingi oleh nucellus dan 1-2 integumen. Dalam angiospermae penyuburan / pembuahan ganda menghasilkan bentuk embrio diploid dan endosperma triploid.
- Embrio: sporophyta muda, diploid (2n), dihasilkan dalam pembuahan. Embrio dewasa berisi kotiledon (daun biji), hypocotil (batang seperti sumbu embrio, di bawah cotyledon), radicel (akar embrio).
- Endosperma: jaringan penyimpan makanan, triploid (3n), dihasilkan dalam pembuahan ganda, 2/3 genom langsung dari induk.
- Testa (selubung biji): lapisan luar pelindung biji, perkembangan dari integumen ovule, diploid jaringan induk.
- Buah dewasa / matang, ovarium masak berisi banyak biji. Perikarpium (selubung buah) diploid dari jaringan induk.
- Biji endospermis: endosperma ditempatkan dalam biji yang matang dan bertindak sebagai organ penyimpan makanan. Testa dan endosperma adalah 2 lapisan luar dari embrio.
Habbatussauda (Jintan Hitam)
![]() |
| Nigella sativa (kiri) dan Nigella damascena (kanan) |
Habbatussauda dalam sejarah pengobatan
Habbatussauda banyak dikenal dengan berbagai nama, diantaranya black seed, black caraway, black seed, natura seed, jintan hitam, black cumin, nigella sativa, kaluduru, dll. Digunakan sebagai herbal pengobatan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980 - 1037 M), dan Al-Biruni (973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim dan Al-Baghdadi. Ibnu Sina adalah peneliti jenius dari Timur Tengah di bidang pengobatan yang namanya tercatat di semua buku sejarah pengobatan timur maupun barat, hidup antara 980 - 1037 M, telah meneliti berbagai manfaat Habbatussauda untuk kesehatan dan pengobatan. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernafasan.
Herbal yang dianjurkan dalam agama Islam
Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Pada Habbatussauda ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali Al-Sam, yaitu maut" . Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (10:118-119);Muslim(7:25);Ibnu Majah (2:342);Termidzi (2:3 pada edisi BulaQ) ; dan Ahmad (2:241) meneruskan riwayat Sufyan bin 'Uyainah dari Al-Zuhri dan Abu Salamah.
Langganan:
Postingan (Atom)



